"Aku TAK SELALU MENDAPATKAN apa yang KUSUKAI,
Oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI apapun yang aku DAPATKAN."
...Kata-Kata Diatas merupakan wujud SYUKUR.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan BERSYUKUR kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan BAHAGIA.
Sebaliknya, perasaan TAK BERSYUKUR akan senantiasa membebani kita.
Kita akan selalu merasa kurang dan TAK BAHAGIA.
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diINGINkan ?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk BELAJAR ...
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu TUMBUH ...
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk BERKEMBANG ...
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun KEKUATAN dan KARAKTERmu ...
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan PELAJARAN yang berharga ...
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu PERBEDAAN ...
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif...
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu…
Dan semua itu akan menjadi BERKAH bagimu ...
Oleh : Lutfi S Fauzan
Cerita Tentang Istri...
Pada suatu kelas extention, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang
sudah berumah tangga.
"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.
Dosen: ”Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis !”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: ”Silahkan Coret 2 lagi !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba tiba Dosen Berkata : ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis
.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”
Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.
Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."
Saudaraku...
Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.
Karena isteri inilah yang telah memberikan segalanya.
Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, keuangan.
Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .
Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.
Biarpun tak secantik bintang, tetapi dia adalah isterimu.
Dan dialah yang halal untukmu.
Sayangi dan syukuri…..
Firman Allah :
"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisaa:19)
Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (istri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang lain” –atau beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)
”Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)
Dari Mu’awiyah Ibn Haidah ra, dia berkata :”Saya bertanya kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang kami atas suaminya ?”. Beliau menjawab :”Kamu memberinya makan kalau kamu makan, kamu memberinya pakaian kalau kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan mencaci menjelek-jelekkan dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali dalam satu rumah”. *) (HR.Abu Daud, hadits hasan)
Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)
Wallahu a'lam bi showab
O.F.A
5 Aturan untuk Perut Langsing
Jumat, 12/11/2010 | 09:15 WIB
KOMPAS.com - Untuk membentuk perut yang langsing, tak cukup hanya mengandalkan olahraga saja. Anda juga perlu lebih cermat memilih jenis makanan yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama, sehingga Anda tak tergoda untuk makan berlebihan. Berikut di antaranya:
1. Camilan: Kacang almon
Ketika hasrat ngemil datang, jangan membeli biskuit atau keripik. Sebaliknya, coba ambil kacang-kacangan. Hasil studi terbaru dari UCLA menunjukkan bahwa wanita yang menyamil kacang-kacangan, ternyata dapat menyusutkan ukuran lingkar pinggangnya 50 persen lebih banyak daripada mereka yang tidak. Itulah sebabnya, ngemil kacang almon jauh lebih baik ketimbang ngemil biskuit, keripik, atau popcorn.
2. Lebih kenyang: Protein
Alih-alih menyantap makanan berlemak, lebih baik pilih protein. Jumlah kalori di dalam protein 50 persen lebih sedikit dibanding dengan jumlah kalori yang ada di dalam lemak (dalam porsi yang sama). Jumlah kalori yang ada pada protein sama dengan karbohidrat. Tetapi protein lebih lambat dicerna oleh lambung sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga mampu menurunkan produksi hormon ghrelin yang memicu nafsu makan.
Penelitian di Denmark terhadap 60 relawan membuktikan bahwa mereka yang porsi makanannya mengandung 25 persen kalori per hari dapat meluruhkan lebih banyak lemak hingga 12 persen. Sertakan sumber protein tanpa lemak seperti dada ayam rebus tanpa kulit, yogurt, atau ikan laut, setiap kali makan.
3. Wajib: Serat
"Pencernaan yang lambat menyebabkan sirkulasi glukosa ikut melambat dan produksi insulin lebih sedikit. Walhasil, lemak yang menumpuk di perut bagian bawah juga jadi tidak banyak," kata Marie Saverd, MD, penulis buku The Body Shape Solution to Weight Loss and Wellness. Studi terhadap 2.900 relawan membuktikan bahwa relawan yang makan 25 gr serat setiap hari, dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan relawan yang menyantap serat kurang dari 25 gr per hari.
4. Jauhi: Pemanis buatan
Penelitian Purdue University membuktikan bahwa pemanis buatan lebih berisiko menyebabkan kegemukan ketimbang pemanis alami. Menurut data peneliti, pemanis buatan dapat menurunkan kemampuan tubuh mengenali rasa manis. Akhirnya, kita justru jadi terdorong makan yang manis-manis dalam jumlah lebih banyak.
5. Buang: Makanan tinggi kalori
Olahraga akan memberi hasil maksimal jika diikuti dengan pola makan yang baik. Dengan menyingkirkan makanan tinggi kalori, seperti cafe latte favorit, nasi, dan keju, otomatis jumlah asupan kalori kita jadi lebih sedikit. Padukan dengan program latihan secara teratur, maka berat badan akan turun sebanyak 15-22 kg dalam setahun.
(Prevention Indonesia/Selene Yeager/Lily Turangan)
Dikutip dari http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/12/09152961/5.Aturan.Makan.untuk.Perut.Langsing-5
KOMPAS.com - Untuk membentuk perut yang langsing, tak cukup hanya mengandalkan olahraga saja. Anda juga perlu lebih cermat memilih jenis makanan yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama, sehingga Anda tak tergoda untuk makan berlebihan. Berikut di antaranya:
1. Camilan: Kacang almon
Ketika hasrat ngemil datang, jangan membeli biskuit atau keripik. Sebaliknya, coba ambil kacang-kacangan. Hasil studi terbaru dari UCLA menunjukkan bahwa wanita yang menyamil kacang-kacangan, ternyata dapat menyusutkan ukuran lingkar pinggangnya 50 persen lebih banyak daripada mereka yang tidak. Itulah sebabnya, ngemil kacang almon jauh lebih baik ketimbang ngemil biskuit, keripik, atau popcorn.
2. Lebih kenyang: Protein
Alih-alih menyantap makanan berlemak, lebih baik pilih protein. Jumlah kalori di dalam protein 50 persen lebih sedikit dibanding dengan jumlah kalori yang ada di dalam lemak (dalam porsi yang sama). Jumlah kalori yang ada pada protein sama dengan karbohidrat. Tetapi protein lebih lambat dicerna oleh lambung sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga mampu menurunkan produksi hormon ghrelin yang memicu nafsu makan.
Penelitian di Denmark terhadap 60 relawan membuktikan bahwa mereka yang porsi makanannya mengandung 25 persen kalori per hari dapat meluruhkan lebih banyak lemak hingga 12 persen. Sertakan sumber protein tanpa lemak seperti dada ayam rebus tanpa kulit, yogurt, atau ikan laut, setiap kali makan.
3. Wajib: Serat
"Pencernaan yang lambat menyebabkan sirkulasi glukosa ikut melambat dan produksi insulin lebih sedikit. Walhasil, lemak yang menumpuk di perut bagian bawah juga jadi tidak banyak," kata Marie Saverd, MD, penulis buku The Body Shape Solution to Weight Loss and Wellness. Studi terhadap 2.900 relawan membuktikan bahwa relawan yang makan 25 gr serat setiap hari, dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan relawan yang menyantap serat kurang dari 25 gr per hari.
4. Jauhi: Pemanis buatan
Penelitian Purdue University membuktikan bahwa pemanis buatan lebih berisiko menyebabkan kegemukan ketimbang pemanis alami. Menurut data peneliti, pemanis buatan dapat menurunkan kemampuan tubuh mengenali rasa manis. Akhirnya, kita justru jadi terdorong makan yang manis-manis dalam jumlah lebih banyak.
5. Buang: Makanan tinggi kalori
Olahraga akan memberi hasil maksimal jika diikuti dengan pola makan yang baik. Dengan menyingkirkan makanan tinggi kalori, seperti cafe latte favorit, nasi, dan keju, otomatis jumlah asupan kalori kita jadi lebih sedikit. Padukan dengan program latihan secara teratur, maka berat badan akan turun sebanyak 15-22 kg dalam setahun.
(Prevention Indonesia/Selene Yeager/Lily Turangan)
Dikutip dari http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/12/09152961/5.Aturan.Makan.untuk.Perut.Langsing-5
Kayu Manis Turunkan Gula Darah

Kamis, 20 Mei 2010 | 08:05 WIB
Kayu manis bisa jadi alternatif pengganti gula pada minuman. Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.
Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. "Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin," ujarnya.
Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.
Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. "Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi," kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.
Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. "Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki," katanya
Diambil dari http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/20/08054828/Kayu.Manis.Turunkan.Gula.Darah
Alat Deteksi Kebohongan
Tidak perlu detektor canggih untuk mengetahui jika kekasih Anda sedang berbohong atau tidak. Cukup perhatikan gerak-geriknya seperti yang disarankan Cosmopolitan berikut ini. Dan bagi para pembohong, Anda juga wajib membaca agar bisa memberi gaya tubuh yang lebih terpercaya saat sedang mengarang cerita nanti!
1) Ke atas dan ke kiri
Coba perhatikan bagaimana bahasa tubuh si dia saat akan menjawab pertanyaan Anda. Jika matanya bergerak ke kanan, ia sedang berusaha mengingat-ingat kejadian. Tapi jika ia melihat ke atas lalu ke kiri, ia sedang mengarang jawaban yang pas.
2) Bermain hidung dan telinga
Sudah jelas, ia tidak punya alergi apa-apa. Tapi si dia terus-menerus memainkan telinga dan hidung. Mungkin ia sedang alergi bohong! Saat sedang berbohong, darah akan mengalir lebih banyak pada wajah, membuat hidung dan telinga terasa lebih hangat dan menjadi gatal.
3) Geser ke kiri, geser ke kanan
Miungkin ia hanya sekadar gugup saat menggeser-geser kursi atau mengetukkan jemari. Tapi sebagai seseorang yang curiga, bisa saja kegugupan ini terjadi karena si dia sedang berbohong.
4) Tutup mulut!
Saat seseorang sedang berusaha menghalau kebenaran keluar dari mulut, secara tak sadar ia akan menghalangi mulutnya dengan tangan. Selain itu, si dia mungkin akan menjilat bibirnya sendiri dan berusaha mengalihkan pandangan dari Anda, ke bawah dan ke kanan. (mg)
disadur dari Tim Editorial Yahoo.com
1) Ke atas dan ke kiri
Coba perhatikan bagaimana bahasa tubuh si dia saat akan menjawab pertanyaan Anda. Jika matanya bergerak ke kanan, ia sedang berusaha mengingat-ingat kejadian. Tapi jika ia melihat ke atas lalu ke kiri, ia sedang mengarang jawaban yang pas.
2) Bermain hidung dan telinga
Sudah jelas, ia tidak punya alergi apa-apa. Tapi si dia terus-menerus memainkan telinga dan hidung. Mungkin ia sedang alergi bohong! Saat sedang berbohong, darah akan mengalir lebih banyak pada wajah, membuat hidung dan telinga terasa lebih hangat dan menjadi gatal.
3) Geser ke kiri, geser ke kanan
Miungkin ia hanya sekadar gugup saat menggeser-geser kursi atau mengetukkan jemari. Tapi sebagai seseorang yang curiga, bisa saja kegugupan ini terjadi karena si dia sedang berbohong.
4) Tutup mulut!
Saat seseorang sedang berusaha menghalau kebenaran keluar dari mulut, secara tak sadar ia akan menghalangi mulutnya dengan tangan. Selain itu, si dia mungkin akan menjilat bibirnya sendiri dan berusaha mengalihkan pandangan dari Anda, ke bawah dan ke kanan. (mg)
disadur dari Tim Editorial Yahoo.com
Lihatlah Abu Mijan
Abu Mijan ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu adalah orang yang tidak kuat menahan keinginannya jika melihat khamr, sehingga dia sering dihadapkan kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikenakan hukuman had. Walaupun demikian, ketika ia mendengar seruan jihad ke Qadisiyah, dia segera bangkit untuk bejihad di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu. Ketika pada hari-hari pertempuran, dia kembali tidak mampu menahan keinginannya ketika melihat khamr, sehingga dia pun meminumnya. Oleh karena itu, Sa’ad menjatuhkan hukuman atasnya dengan menggurungnya dan melarangnya ikut peperangan, karena hukuman had tidak dilaksanakan di daerah musuh.
Ketika ditahan, dia mendengar suara pertempuran yang memanas dan teriakan para ksatria, maka air matanya pun mengalir, karena kedatangannya ke al Qadisiyah adalah untuk mendapatkan kemuliaan mengikuti pertempuran. Ketika itu istri Sa’ad melihatnya, dia pun merasa kasihan terhadap Abu Mihjan. Sedangkan Sa’ad radhiallahu ‘anhu saat it sedang sakit, dan itu adalah sakit terakhir yang membuatnya tidak bisa turun untuk berperan, sehingga dia mengatur peperangan dari tempat tidurnya.
Lalu Abu Mihjan berkata kepada istri Sa’ad, “Wahai Salma, berikan kepadaku kuda Sa’ad, Balqa, dan berikan kepadaku senjata Sa’ad. Demi Allah, jika Allah menakdirkan aku untuk tetap hidup, maka aku akan kembali ke tempat tahanan ini dan aku ikatkan kembali kekang yang mengikat kakiku. Dan jika aku mati, maka itulah yang aku harapkan.” Mendengar ketulusan Abu Mihjan tersebut, istri Sa’ad akhirnya mengabulkan keinginannya.
Dalam Peperangan
Kemudian Abu Mihjan mengenakan penutup wajah, lalu dia turun ke medan jihad. Abu Mihja adalah seorang kstaria yang terkenal dengan keberaniannya. Kemudian, ketika dia turun ke medan pertempuran, Sa’ad melihatnya dan merasa takjub dengan ksatria pemberani tersebut. Sa’ad pun berkata, “Jika saya tidak tahu kalau Abu Mihjan ada di dalam penjara, tentu akan saya katakan bahwa orang itu adalah Abu Mihjan. Jika saya tidak tahu dimana Balqa berada, tentu akan saya katakan bahwa kuda yang ditungganginya adalah si Balqa.”
Mendengar perkataan suaminya, istri Sa’ad pun berkata, “Engkau benar, wahai suamiku. Sesungguhnya dia adalah Abu Mihjan dan kuda yang ditungganginya adalah Balqa.”
Lalu Sa’ad pun menanyakan apa yang terjadi, dan istrinya menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Mendengar penuturan istrinya, Sa’ad pun jatuh kasihan kepada Abu Mihjan.
Ketika peperangan usai, Abu Mihjan kembali ke dalam tahanan dan mengikatkan lagi kekang di kakinya sendiri. Kemudian Sa’ad masuk ke dalam penjara sambil menangis dan melepaskan kekang yang mengikat kaki Abu Mihjan, lalu berkata, “Demi Allah, saya tidak akan menghukummu lagi setelah hari ini.”
Maka Abu Mihjan pun menangis dan berkata, “Dan demi Allah saya tidak akan meminum khamr lagi setelah hari ini.”
Merekalah Orang-Orang yang Memahami Hakikat Memeluk Islam, sehingga Mereka Merealisasikannya di Dalam Kehidupan
Terkadang ada orang yang berkata, “Saya tidak pandai berpidato dan saya tidak bisa menyampaikan ceramah, lalu bagaimana saya bisa mempersembahkan sesuatu untuk Islam?”
Kami katakan kepadanya, “Anda tidak dimnta untuk menjadi penceramah, dan kita tidak menginginkan seluruh umat ini menjadi para ulama, para penceramah, atau para orator di atas mimbar.”
Apa pun Status Anda, Jadilah Muslim Hakiki!
Kami ingin anda merealisasikan hakikat kepemelukan anda terhadap Islam dalam status yang anda jalani. Seorang pelajar yang berprestasi, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam. Seorang tentara dan dokter yang menunaikan amanah mereka, merealisasikan kepemelukan mereka terhadap Islam. Seorang insinyur yang dapat dipercaya atas harta dan proyek-proyek umat Islam, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam. Istri yang ikhlas yang menunaikan tanggung jawabnya, menjaga amanahnya terhadap suami, memotivasinya untuk mencari yang halal, bersedekah, bermurah hati, dan bekerja dengan hati bersih, maka dia telah merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam.
Jadilah Seorang Muslim yang Mengemban Cita-cita Islam Di Mana pun Anda Berada!
Sesungguhnya langkah pertama dalam merealisasikan hakikat kepemelukan kepada Islam adalah dengan mengemban cita-cita Islam di dalam hati kita. Kongkretnya adalah dengan memasukkan target-target dan cita-cita Islam di dalam target-target dan cita-cita kita. Jika salah seorang dari kita melakukan langkah pertama ini, maka dia pasti akan melakukan langkah kedua, yaitu meluangkan waktunya untuk mempelajari Islam dengan membaca buku-buku Islam yang benar dan mendengarkan para ulama rabbani serta para da’i yang jujur. Karena sesuatu yang mungkin paling berbahaya bagi seorang dalam mempelajari Islam adalah belajar dari orang yang tidak bertakwa kepada Allah ta’ala, sehingga dia pun belajar ilmu yang menyimpang jauh dari Islam. Oleh karena itu, anda harus mencari ulama-ulama yang rabbani tersebut, dan anda akan menemukannya, karena umat ini selamanya tidak akan pernah kosong dari mereka.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sekelompok umatku akan tetap teguh menunaikan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang membiarkan atau menentang mereka, hingga dating keputusan Allah dan mereka masih dalam keadaan demikian.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka. Semoga Allah memberi taufik dan kemuliaan kepada kita untuk beramal demi agama ini, sesungguhnya Dia mahakuasa atas hal itu.
Akhirnya, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Bagus Muharyanto May 25, 2010 at 1:04pm
Subject: Apa Arti Hakikat Keislaman Saya 2?
Lihatlah Abu Mihjan!
Ketika ditahan, dia mendengar suara pertempuran yang memanas dan teriakan para ksatria, maka air matanya pun mengalir, karena kedatangannya ke al Qadisiyah adalah untuk mendapatkan kemuliaan mengikuti pertempuran. Ketika itu istri Sa’ad melihatnya, dia pun merasa kasihan terhadap Abu Mihjan. Sedangkan Sa’ad radhiallahu ‘anhu saat it sedang sakit, dan itu adalah sakit terakhir yang membuatnya tidak bisa turun untuk berperan, sehingga dia mengatur peperangan dari tempat tidurnya.
Lalu Abu Mihjan berkata kepada istri Sa’ad, “Wahai Salma, berikan kepadaku kuda Sa’ad, Balqa, dan berikan kepadaku senjata Sa’ad. Demi Allah, jika Allah menakdirkan aku untuk tetap hidup, maka aku akan kembali ke tempat tahanan ini dan aku ikatkan kembali kekang yang mengikat kakiku. Dan jika aku mati, maka itulah yang aku harapkan.” Mendengar ketulusan Abu Mihjan tersebut, istri Sa’ad akhirnya mengabulkan keinginannya.
Dalam Peperangan
Kemudian Abu Mihjan mengenakan penutup wajah, lalu dia turun ke medan jihad. Abu Mihja adalah seorang kstaria yang terkenal dengan keberaniannya. Kemudian, ketika dia turun ke medan pertempuran, Sa’ad melihatnya dan merasa takjub dengan ksatria pemberani tersebut. Sa’ad pun berkata, “Jika saya tidak tahu kalau Abu Mihjan ada di dalam penjara, tentu akan saya katakan bahwa orang itu adalah Abu Mihjan. Jika saya tidak tahu dimana Balqa berada, tentu akan saya katakan bahwa kuda yang ditungganginya adalah si Balqa.”
Mendengar perkataan suaminya, istri Sa’ad pun berkata, “Engkau benar, wahai suamiku. Sesungguhnya dia adalah Abu Mihjan dan kuda yang ditungganginya adalah Balqa.”
Lalu Sa’ad pun menanyakan apa yang terjadi, dan istrinya menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Mendengar penuturan istrinya, Sa’ad pun jatuh kasihan kepada Abu Mihjan.
Ketika peperangan usai, Abu Mihjan kembali ke dalam tahanan dan mengikatkan lagi kekang di kakinya sendiri. Kemudian Sa’ad masuk ke dalam penjara sambil menangis dan melepaskan kekang yang mengikat kaki Abu Mihjan, lalu berkata, “Demi Allah, saya tidak akan menghukummu lagi setelah hari ini.”
Maka Abu Mihjan pun menangis dan berkata, “Dan demi Allah saya tidak akan meminum khamr lagi setelah hari ini.”
Merekalah Orang-Orang yang Memahami Hakikat Memeluk Islam, sehingga Mereka Merealisasikannya di Dalam Kehidupan
Terkadang ada orang yang berkata, “Saya tidak pandai berpidato dan saya tidak bisa menyampaikan ceramah, lalu bagaimana saya bisa mempersembahkan sesuatu untuk Islam?”
Kami katakan kepadanya, “Anda tidak dimnta untuk menjadi penceramah, dan kita tidak menginginkan seluruh umat ini menjadi para ulama, para penceramah, atau para orator di atas mimbar.”
Apa pun Status Anda, Jadilah Muslim Hakiki!
Kami ingin anda merealisasikan hakikat kepemelukan anda terhadap Islam dalam status yang anda jalani. Seorang pelajar yang berprestasi, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam. Seorang tentara dan dokter yang menunaikan amanah mereka, merealisasikan kepemelukan mereka terhadap Islam. Seorang insinyur yang dapat dipercaya atas harta dan proyek-proyek umat Islam, merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam. Istri yang ikhlas yang menunaikan tanggung jawabnya, menjaga amanahnya terhadap suami, memotivasinya untuk mencari yang halal, bersedekah, bermurah hati, dan bekerja dengan hati bersih, maka dia telah merealisasikan kepemelukannya terhadap Islam.
Jadilah Seorang Muslim yang Mengemban Cita-cita Islam Di Mana pun Anda Berada!
Sesungguhnya langkah pertama dalam merealisasikan hakikat kepemelukan kepada Islam adalah dengan mengemban cita-cita Islam di dalam hati kita. Kongkretnya adalah dengan memasukkan target-target dan cita-cita Islam di dalam target-target dan cita-cita kita. Jika salah seorang dari kita melakukan langkah pertama ini, maka dia pasti akan melakukan langkah kedua, yaitu meluangkan waktunya untuk mempelajari Islam dengan membaca buku-buku Islam yang benar dan mendengarkan para ulama rabbani serta para da’i yang jujur. Karena sesuatu yang mungkin paling berbahaya bagi seorang dalam mempelajari Islam adalah belajar dari orang yang tidak bertakwa kepada Allah ta’ala, sehingga dia pun belajar ilmu yang menyimpang jauh dari Islam. Oleh karena itu, anda harus mencari ulama-ulama yang rabbani tersebut, dan anda akan menemukannya, karena umat ini selamanya tidak akan pernah kosong dari mereka.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sekelompok umatku akan tetap teguh menunaikan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang membiarkan atau menentang mereka, hingga dating keputusan Allah dan mereka masih dalam keadaan demikian.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka. Semoga Allah memberi taufik dan kemuliaan kepada kita untuk beramal demi agama ini, sesungguhnya Dia mahakuasa atas hal itu.
Akhirnya, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Bagus Muharyanto May 25, 2010 at 1:04pm
Subject: Apa Arti Hakikat Keislaman Saya 2?
Lihatlah Abu Mihjan!
Jadilah orang berhati burung
"Akan masuk surga, orang-orang yang hatinya seperti hati burung." (HR. Muslim)
Di antara penjelasan ulama tentang 'hati burung' yang dimaksud dalam
hadits di atas adalah hati yang sangat halus dan lembut serta penuh
kasih sayang, jauh dari sifat keras dan zalim.
Hati, adalah keistimewaan yang kita miliki sebagai manusia. Hati pula
yang sangat menentukan baik buruknya nilai diri kita, sebagaimana telah
dinyatakan dalam sebuah hadits Rasulullah saw.
Merupakan perkara yang sangat penting bagi kita memelihara dan
menumbuhkan kelembutan dan kepekaan terhadap perkara yang terjadi di
sekeliling kita. Di sini kita tidak berbicara tentang kaedah hukum, hak
dan kewajiban, dalil dan argumentasi, atau apalah namanya. Kita
berbicara tentang perasaan yang secara fitrah dimiliki semua orang,
namun dalam batasan tertentu, dapat bereaksi lebih cepat dan efektif,
ketimbang faktor lainnya.
Kelembutan hati dan rasa kasih sayang seorang ibu, misalnya, membuatnya
tidak akan dapat tidur nyenyak meski kantuk berat menggelayuti matanya.
Manakala dia mendengar rengekan bayinya di malam buta, maka dia bangun
dan memeriksa kebutuhan sang bayi. Boleh jadi ketika itu dia tidak
berpikir tentang keutamaan atau janji pahala orang tua yang mengasihi
anaknya.
Umar bin Khattab yang dikenal berkepribadian tegas, ternyata hatinya
begitu lembut ketika melihat seorang nenek memasak batu hanya untuk
menenangkan rengekan tangis cucunya yang lapar sementara tidak ada lagi
makanan yang dapat dimasaknya. Maka tanpa mengindahkan posisinya
sebagai kepala Negara, dia mendatangi baitul mal kaum muslimin dan
memanggul sendiri bahan makanan yang akan diberikannya kepada sang
nenek. Boleh jadi ketersentuhan hati Umar kala itu mendahului kesadaran
akan besarnya tanggungjawab seorang pemimpin di hadapan Allah Ta'ala.
Demikianlah besarnya potensi kelembutan hati menggerakkan seseorang.
Kelembutan hati semakin dibutuhkan bagi mereka yang Allah berikan
posisi lebih tinggi di dunia ini. Seperti suami kepada isteri dan
anaknya, pemimpin atau pejabat kepada rakyatnya atau orang kaya
terhadap orang miskin. Sebab, betapa indahnya jika kelembutan hati
berpadu dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Karena memiliki
kewenangan dan kemampuan, suami berhati lembut –misalnya- akan sangat
mudah mengekspresikannya kepada isteri dan anaknya, bukan hanya terkait
dengan kebutuhan materi, tetapi juga bagaimana agar suasana kejiwaan
mereka tenang dan bahagia, tidak tersakiti, apalagi terhinakan. Begitu
pula halnya bagi pemimpin kepada rakyatnya, pejabat atau orang kaya
kepada orang-orang papa.
Akan tetapi, jika kelembutan itu telah sirna berganti dengan hati yang
beku, keras dan tidak sensitif, sungguh yang terjadi adalah pemandangan
yang sangat miris dan sulit diterima akal. Bagaimana dapat seorang
suami menelantarkan atau menyakiti isteri dan anaknya padahal mereka
adalah belahan dan buah hatinya, bagaimana pula ada pemimpin atau
pejabat yang berlomba-lomba mereguk kesenangan dan kemewahan dunia di
atas penderitaan rakyatnya dengan segudang dalih dan alibinya, padahal
mereka dipilih rakyatnya, lalu bagaimana si kaya bisa tega
mempertontonkan kekayaannya di hadapan si miskin yang papa tanpa
sedikitpun keinginan berbagi, padahal Rasulullah saw katakan, 'Kalian
dibela dan diberi rizki karena orang lemah di antara kalian.' Sungguh
mengerikan!
Di zaman ketika materi dan tampilan lahiriah semakin dipuja-puja,
sungguh kita semakin banyak membutuhkan manusia berhati burung!
Masih terngiang-ngiang di telinga, doa para imam dalam qunut witir
bulan Ramadan di masjid-masjid kota Riyadh, 'Allahumma laa tusallitt
alaina man laa yakhaafuka fiina wa laa yarhamunaa….. ya Allah, jangan
berikan kami pemimpin yang tidak takut kepadaMu dalam urusan kami dan
yang tidak mengasihi kami……' aamiiin…
Riyadh, Jumadal Ula 1431H
Abdulah Haidir
(diambil dari postingan Mauludi Ariesto di milist Muslim Korea)
Di antara penjelasan ulama tentang 'hati burung' yang dimaksud dalam
hadits di atas adalah hati yang sangat halus dan lembut serta penuh
kasih sayang, jauh dari sifat keras dan zalim.
Hati, adalah keistimewaan yang kita miliki sebagai manusia. Hati pula
yang sangat menentukan baik buruknya nilai diri kita, sebagaimana telah
dinyatakan dalam sebuah hadits Rasulullah saw.
Merupakan perkara yang sangat penting bagi kita memelihara dan
menumbuhkan kelembutan dan kepekaan terhadap perkara yang terjadi di
sekeliling kita. Di sini kita tidak berbicara tentang kaedah hukum, hak
dan kewajiban, dalil dan argumentasi, atau apalah namanya. Kita
berbicara tentang perasaan yang secara fitrah dimiliki semua orang,
namun dalam batasan tertentu, dapat bereaksi lebih cepat dan efektif,
ketimbang faktor lainnya.
Kelembutan hati dan rasa kasih sayang seorang ibu, misalnya, membuatnya
tidak akan dapat tidur nyenyak meski kantuk berat menggelayuti matanya.
Manakala dia mendengar rengekan bayinya di malam buta, maka dia bangun
dan memeriksa kebutuhan sang bayi. Boleh jadi ketika itu dia tidak
berpikir tentang keutamaan atau janji pahala orang tua yang mengasihi
anaknya.
Umar bin Khattab yang dikenal berkepribadian tegas, ternyata hatinya
begitu lembut ketika melihat seorang nenek memasak batu hanya untuk
menenangkan rengekan tangis cucunya yang lapar sementara tidak ada lagi
makanan yang dapat dimasaknya. Maka tanpa mengindahkan posisinya
sebagai kepala Negara, dia mendatangi baitul mal kaum muslimin dan
memanggul sendiri bahan makanan yang akan diberikannya kepada sang
nenek. Boleh jadi ketersentuhan hati Umar kala itu mendahului kesadaran
akan besarnya tanggungjawab seorang pemimpin di hadapan Allah Ta'ala.
Demikianlah besarnya potensi kelembutan hati menggerakkan seseorang.
Kelembutan hati semakin dibutuhkan bagi mereka yang Allah berikan
posisi lebih tinggi di dunia ini. Seperti suami kepada isteri dan
anaknya, pemimpin atau pejabat kepada rakyatnya atau orang kaya
terhadap orang miskin. Sebab, betapa indahnya jika kelembutan hati
berpadu dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Karena memiliki
kewenangan dan kemampuan, suami berhati lembut –misalnya- akan sangat
mudah mengekspresikannya kepada isteri dan anaknya, bukan hanya terkait
dengan kebutuhan materi, tetapi juga bagaimana agar suasana kejiwaan
mereka tenang dan bahagia, tidak tersakiti, apalagi terhinakan. Begitu
pula halnya bagi pemimpin kepada rakyatnya, pejabat atau orang kaya
kepada orang-orang papa.
Akan tetapi, jika kelembutan itu telah sirna berganti dengan hati yang
beku, keras dan tidak sensitif, sungguh yang terjadi adalah pemandangan
yang sangat miris dan sulit diterima akal. Bagaimana dapat seorang
suami menelantarkan atau menyakiti isteri dan anaknya padahal mereka
adalah belahan dan buah hatinya, bagaimana pula ada pemimpin atau
pejabat yang berlomba-lomba mereguk kesenangan dan kemewahan dunia di
atas penderitaan rakyatnya dengan segudang dalih dan alibinya, padahal
mereka dipilih rakyatnya, lalu bagaimana si kaya bisa tega
mempertontonkan kekayaannya di hadapan si miskin yang papa tanpa
sedikitpun keinginan berbagi, padahal Rasulullah saw katakan, 'Kalian
dibela dan diberi rizki karena orang lemah di antara kalian.' Sungguh
mengerikan!
Di zaman ketika materi dan tampilan lahiriah semakin dipuja-puja,
sungguh kita semakin banyak membutuhkan manusia berhati burung!
Masih terngiang-ngiang di telinga, doa para imam dalam qunut witir
bulan Ramadan di masjid-masjid kota Riyadh, 'Allahumma laa tusallitt
alaina man laa yakhaafuka fiina wa laa yarhamunaa….. ya Allah, jangan
berikan kami pemimpin yang tidak takut kepadaMu dalam urusan kami dan
yang tidak mengasihi kami……' aamiiin…
Riyadh, Jumadal Ula 1431H
Abdulah Haidir
(diambil dari postingan Mauludi Ariesto di milist Muslim Korea)
Subscribe to:
Posts (Atom)